![]() |
| Foto.Banjir kembali merendam permukiman warga di RT 01/RW 01. |
BOGOR, jejakmedianews.com - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kelurahan Cikaret, Minggu (19/4/2026), menyebabkan banjir kembali merendam permukiman warga di RT 01/RW 01.
Sebanyak 24 kepala keluarga (KK) atau sekitar 70 jiwa terdampak dalam peristiwa tersebut.
Ketua RT 01, Eka Priatna, mengatakan banjir yang terjadi merupakan kejadian berulang setiap musim hujan.
Kondisi sungai yang berada di sekitar permukiman warga dinilai semakin dangkal akibat sedimentasi pasir dan koral, sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.
“Setiap hujan deras, air cepat meluap karena kondisi kali sudah dangkal. Ketinggian air bisa mencapai 80 sampai 100 sentimeter, bahkan sampai sedada orang dewasa,” ujar Eka saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, penanganan darurat telah dilakukan bersama pengurus RW dan warga setempat. Mereka turun langsung membantu evakuasi warga, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, serta memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
“Kami bersama pengurus RW dan warga langsung bergerak cepat membantu evakuasi dan memantau kondisi di lapangan. Namun untuk penanganan permanen, kami sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah,” katanya.
Eka menambahkan, solusi jangka panjang yang dibutuhkan saat ini adalah normalisasi sungai melalui pengerukan serta pembangunan tembok penahan tanah (TPT) guna mencegah luapan air.
Sementara itu, salah satu warga terdampak, Lisnawati (40), mengaku khawatir dengan kondisi banjir yang terus berulang setiap tahun. Ia berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Kalau hujan deras, kami selalu was-was. Air cepat masuk ke rumah, barang-barang banyak yang rusak. Kami berharap pemerintah segera turun tangan agar ada solusi jangka panjang,” ungkapnya.
Warga setempat juga menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam upaya penanganan secara swadaya.
Namun, mereka menilai perbaikan infrastruktur sungai tetap memerlukan intervensi dari instansi terkait, seperti dinas pekerjaan umum.
Hingga saat ini, pengurus wilayah masih terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna mempercepat penyaluran bantuan serta penanganan banjir secara menyeluruh.
(TB Murod Hasanuddin)


Posting Komentar