Arief Martha Rahadyan: Membaca Prabowo Secara Utuh sebagai Upaya Penguatan Nalar Kebangsaan

 

Foto.Dok Istimewa 

Jakarta, jejakmedianews.com - Dengan terbitnya buku berjudul “Inilah Prabowo, Apa Adanya” Arief Martha Rahadyan memandang, buku ini berkontribusi penting dalam khazanah literasi politik nasional.Buku yang memberikan perspektif alternatif dalam memahami sosok Presiden ke-8 Republik Indonesia secara lebih komprehensif dan objektif dapat menghadirkan refleksi mendalam mengenai kepemimpinan nasional yang dibangun melalui pengalaman historis, disiplin militer, serta kepekaan sosial yang kuat.


Narasi dalam buku tersebut menempatkan Prabowo sebagai seorang demokrat yang terbentuk dari kultur disiplin militer, sekaligus sebagai pemikir strategis yang tidak jarang berada di luar arus utama politik pragmatis,dimensi ini jarang diungkap secara utuh dalam diskursus politik sehari-hari.


Prabowo Subianto dipresentasikan sebagai figur yang tegas dalam nilai dan komitmen, namun memiliki perhatian serius terhadap persoalan rakyat kecil. Representasi ini penting untuk menyeimbangkan wacana publik yang selama ini kerap terjebak pada penilaian parsial. Kehadiran buku ini memiliki signifikansi edukatif, khususnya bagi generasi muda, supaya bebas dari reduksi opini maupun prasangka politik," Ujar Arief


Arief Martha Rahadyan mengajak masyarakat luas untuk menumbuhkan dan membiasakan budaya membaca sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia. Ia menekankan bahwa literasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan karakter, penguatan nalar kritis, dan pendalaman etika publik.


Kemajuan bangsa tidak dapat dilepaskan dari tradisi membaca yang kuat, dari literasi lahir pemahaman, dari pemahaman tumbuh kebijaksanaan, dan dari kebijaksanaan terbentuk arah masa depan bangsa yang berdaulat dan bermartabat,” tegasnya.


Buku “Inilah Prabowo, Apa Adanya” dinilai layak menjadi salah satu rujukan dalam memahami kepemimpinan nasional secara lebih mendalam dan berimbang serta kehadirannya menjadi pengingat bahwa literasi merupakan jalan strategis meski kerap sunyi dalam membangun Indonesia yang maju, berpengetahuan, dan beradab.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama